Aplikasi Metode Ceramah

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. Latar Belakang Masalah

Metodologi merupakan hal yang sangat penting dalam Pendidikan Agama Islam (PAI). Zuhairini dkk. (1981:68) merumuskan pengertian Metodologi Pendidikan Agama Islam seperti berikut ini: ”…..segala usaha yang sistematis dan pragmatis untuk mencapai tujuan pendidikan agama, dengan melalui berbagai aktivitas, baik didalam maupun di luar kelas dalam lingkungan sekolah”.[1] Seorang guru dituntut untuk memadukan berbagai metode yang relevan sehingga tujuan pembelajara akan dapat tercapai dengan mudah. Masing-masing metode ada kelebihan dan kekurangannya. Tugas guru adalah memilih diantara ragam metode yang tepat untuk menciptakan suatu iklim pembelajaran yang kondusif. Ketepatan penggunaan metode tersebut sangat bergantung pada tujuan pembelajaran.[2] Dalam penggunaan metode pembelajaran harus memperhatikan beberapa faktor yaitu, guru, siswa, bahan yang akan diajarkan, situasi, sarana, prasarana serta fasilitas-fasilitas lainya yang sangat berpengaruh.

  1. Rumusan Masalah

Dari uraian latar belakang masalah diatas, maka dalam penulisan karya ilmiyah ini dapat kami rumuskan sebagai berikut:

  1. Bagaimanakah pengertian, macam-macam, waktu dan aturan dalam zakat ?
  2. Bagaimanakah definisi, langkah-langkah, kelebihan dan kelemahan  metode ceramah, tanya jawab, dan resiasi ?
  3. Bagaimanakah aplikasi metode ceramah, tanya jawab dan resitasi dalam materi menjelaskan macam-macam zakat pada mapel fiqih semester I kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Tahun Pelajaran 2010/2011 ?
  1. Tujuan Penulisan
    1. Dapat menjelaskan pengertian, macam-macam, waktu dan aturan dalam zakat.
    2. Dapat menguraikan definisi, langkah-langkah, kelebihan dan kelemahan  metode ceramah, tanya jawab, dan resiasi.
    3. Dapat menjelaskan aplikasi metode ceramah, tanya jawab dan resitasi dalam materi menjelaskan macam-macam zakat pada mapel fiqih semester I kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Tahun Pelajaran 2010/2011
  1. Manfaat Penulisan
    1. Secara teoritis
      1. Dapat menjelaskan definisi metode metode ceramah, tanya jawab dan resitasi.
      2. Dapat menguraikan langkah-langkah penerapan/aplikasi metode ceramah, tanya jawab dan resitasi dalam materi menjelaskan ketentuan zakat fitrah mata pelajaran Fiqih Kelas IV MI semester 1.
      3. Dapat menguraikan analisis penerapan metode ceramah, tanya jawab dan resitasi dalam materi menjelaskan ketentuan zakat fitrah mata pelajaran Fiqih Kelas IV MI semester 1.
      4. Secara praktis
        1. Bagi penyaji :

1)      Dapat menambah wawasan tentang macam-macam metode pembelajaran yang bisa menjadi opsi dalam proses KBM.

2)      Dapat mengetahui langkah-langkah penerapan/aplikasi metode ceramah, tanya jawab dan resitasi dalam materi menjelaskan ketentuan zakat fitrah mata pelajaran Fiqih Kelas IV MI semester 1.

3)      Dapat menguraikan analisis penerapan metode ceramah, tanya jawab dan resitasi dalam materi menjelaskan ketentuan zakat fitrah mata pelajaran Fiqih Kelas IV MI semester 1.

  1. Bagi guru : Sebagai bahan informasi yang berguna bagi guru terutama guru PAI agar dapat menggunakan metode mengajar yang variatif untuk mencapai tujuan pengajaran.

BAB II

LANDASAN TEORI

 

  1. A.    MATERI FIQIH; MENJELASKAN MACAM-MACAM ZAKAT
    1. Pengertian Zakat

Zakat berasal dari kata Tazkiyah yang mengandung arti kesuburan, kesucian, dan keberkatan[3]. Sedangkan menurut istilah Zakat adalah mengeluarkan sebagian harta kekayaan yang dimiliki seseorang, utuk diberikan kepada orang yang berhak menerimannya. Zakat termasuk ibadah yang memiliki hubungan antara manusia dengan manusia (hablu minan-nas) serta berguna bagi kehidupan sosial. Hukum mengeluarkan zakat adalah adalah Fardhu ain bagi orang Islam yang telah mampu, yakni mempunyai harta sampai pada jumlah nisab tertentu.[4]  Kewajian Zakat ditegaskan oleh Allah dalam Al-Qur’an:

(#qßJ?Ï%r&ur no4qn=¢Á9$# (#qè?#uäur no4qx.¨?9$# (#qãè?ÏÛr&ur tAqß?§9$# öNà6¯=yès9 tbqçHxqöè? ÇÎÏÈ

”Dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada rasul, supaya kamu diberi rahmat” (QS. An Nur : 56).[5]

(#qßJ?Ï%r&ur…. no4qn=¢Á9$# (#qè?#uäur no4qx.¢?9$# …..

”Dirikanlah sembahyang dan tunaikanlah zakat!” (QS. An Nisa’ : 77)

Berdasarkan ayat diatas, bagi orang muslim yang mempunyai banyak harta sudah mencapai nisab, mengingat zakat itu hak bagi orang yang kekurangan. Dengan zakat tersebut, diharapkan orang-orang yang tergolong sebagai penerima zakat tidak merasa menderita dalam hidupnya.

Nisab adalah ketentuan jumlah harta seseorang yang sudah sampai ukurannya untuk dikelurakan zakatnya. Misalnya menyimpan emas sudah mencapai 96 gram maka wajib dikeluarkan zakatnya 2,5 %.

  1. macam-macam Zakat

Zakat berarti kesuburan,kesucian dan keberkahan. Menurut istilah agama, zakat adalah kadar harta tertentu yang wajib di keluarkan oleh seseorang dari hartanya untuk diserahkan kepada orang-orang yang berhak menerimanya(mustahik) dengan persyratan tertentu.

Beberapa manfaat Zakat, antara lain.

  1. Mendidik manusia agar suka berkorban dan membersihkan diri dari sifat kikir dan      bakhil
  2. Memper erat hubungan kasih sayang antara si  kaya dan si miskin
  3. Menolong orang yang lemah agar selalu mendekatkan diri kepada Allah swt
  4. 1.      Zakat fitrah 

Zakat fitrah adalah zakat jiwa, zakat ini berwujudkan makanan pokok guna menyucikan diri. Mereka yang wajib berzakat fitrah adalah orang dewasa.

Zakat fitrah tidak sah apabila dikeluarkan setelah salat hari raya Idul Fitri. Menurut hadist riwayat Abu Dawud dan Ibnu Annas, waktu pembayaran zakat fitrah adalah sebelum shalat idul fitri.

Waktu pembayaran zakat fitrah dapat diperinci sebagai berikut,

  1. waktu yang mubah, yakni sejak tanggal 1 Ramadhan pada akhir bulan Ramadhan sampai menjelang salat Idul Fitri.
  2. Waktu wajib, yakni sejak terbenamnya matahari pada akhir bulan Ramadhan samapai menjelang salat Idul Fitri.
  3. Waktu Afdha, yakni sesudah salat subuh tanggal 1 syawwal sebelum pergi salat Id.
  4. Waktu Makruh, yakni sesudah salat Idul Fitri, tetapi sebelum terbenam matahari pada tanggal 1 syawwal.
  5. Waktu haram, yakni membayar zakat fitrah seelah terbenam matahari pada hari raya idul Fitri.

Adapun orang yang terkena syarat zakat fitrah adalah sebagai berikut:

  1. Orang yang beragama Islam
  2. Orang yang sewaktu matahari terbenam pada hari penghabisan bulan Ramadhan masih hidup.
  3. Orang yang mempunyai kelebihan harta dari keperluan makan untuk dirinya sendiri dan wajib yang dinafkahinya.

Nisab zakat fitrah adalah apabila sesudah mempunyai kelebihan makanan pada malam hari Idul Fitri dan pagi Idul Fitri, baik kebutuhan dirinya mupun kebutuhan untuk seluruh anggota keluarganya. Banyaknya zakat firah yang dikelurkan untuk setiap orang adalah 3,1 liter atau 2,5 kg beras, gandum, atau makanan pokok yang lain di daerah atau negeri tertentu.

  1. 2.      Zakat Mal

Zakat Mal adalah zakat yang berupa benda. Kegunaan zakat mal untuk menyucikan harta orang-orang muslim yang kaya. Bagi orang yang berzakat mal harus memiliki persyaratan sebagai berikut:

  1. beragama Islam
  2. dalam keadaan merdeka
  3. milik yang sempurna
  4. cukup senisab, dan
  5. cukup setahun dimiliki

Bagi orang muslim yang memenuhi syarat tersebut, zakat mal hukumnya wajib. Sebaliknya, bagi orang yang memenuhi syarat zakat mal, namun ia tidak mengeluarkan zakatnya maka ia berdosa dan harus mempertanggung jawabkan kepada Allah swt.

Orang yang berhak menerima zakat seluruhnya ada delapan golongan (asnaf), yaitu:

  1. Orang fakir
  2. Orang Miskin
  3. Amil
  4. Mualaf
  5. Budak
  6. Gharim
  7. Fisabilillah
  8. Ibnu Sabil

Adapun macam-macam benda yang wajib dizakati, antara lain Zakat Nuqud, tijarah, an’am, zira’ah dan zakat rikaz.

  1. Zakat Nuqud adalah zakat yang dikeluarkan dari kekayaan yang berharga, seperti emas, perak, dan barang yang dapat diuangkan.
  2. Zakat Tijarah adalah zakat yang dikeluarkan dari hasl perniagaan (barang dagangan)
  3. Zakat An’am adalah zakat yang dikeluarkan dari binatang ternak, seperti sapi, lembu, dan kambing.
  4. Zakat Zira’ah adalah zakat yang dikeluarkan dari hasil pertanian dan perkebunan, serta ladang, seperti padi, gandum, dan kurma.
  5. Zakat Rikaz adalah zakat yang dikeluarkan dari harta yang terpendam(seperti barang tambang)

Macam-macam benda wajib dizakati tersebut, dikelurkan zakatnya ada yang harus sampai haul, ada pula yang tidak sampai haul. Harta yang harus samai haul untuk dikelurkan zakatnya adalah binatang ternak, emas, dan perak, dan barang dagang.

Benda yang tidak harus menunggu sampai haul  untuk dikeluarkan zakatnya adalah hasil biji-bijian dan buah-buahan dan barang tambang

Adapun pembahasan menenai macam-macam zaka mal berikut hanya pada zakat an’am dan zakat rikaz.

  1. Zakat An’am

Jenis binatang ternak yang wajib dikelurkan zakanya adalah unta, sapi, kerbau, domba, atau kambing. Haul binatang ternak yang wajib dizakati sudah cukup nisabnya dan telah satu tahun dimiliki. Nisab binatan terna adalah sebagai berikut.

1.)    Unta

Nisab

Zakat yang harus dikeluarkan

Umur

Bilangan zakat dan jenis zakat

5-9 ekor

10-14 ekor

15-19 ekor

20-24 ekor

25-35 ekor

36-45 ekor

46-60 ekor

61-75 ekor

76-90 ekor

91-120 ekor

121 ekor

1 ekor kambing/domba

2 ekor kambing/domba

3 ekor kambing/domba

4 ekor kambing/domba

1 ekor anak unta

1 ekor anak unta

1 ekor anak unta

1 ekor anak unta

2 ekor anak unta

2 ekor anak unta

3 ekor anak unta

2 tahun lebih

2 tahun lebih

2 tahun lebih

2 tahun lebih

1 tahun lebih

2 tahun lebih

3 tahun lebih

4 tahun lebih

2 tahun lebih

3 tahun lebih

2 tahun lebih

2.)    Sapi dan kerbau

Nisab

Zakat yang harus dikeluarkan

Umur

Bilangan zakat dan jenis zakat

30-39 ekor

40-59 ekor

60-69 ekor

70-79 ekor

1 ekor anak sapi/kerbau

1 ekor anak sapi/kerbau

2 ekor anak sapi/kerbau

2 ekor anak sapi/kerbau

1 tahun lebih

2 tahun lebih

1 tahun lebih

2 tahun lebih

3.)    Kambing

Nisab

Zakat yang harus dikeluarkan

Umur

Bilangan zakat dan jenis zakat

40-120 ekor

121-200 ekor

201-300 ekor

1 ekor anak kambing/domba

2 ekor anak kambing/domba

3 ekor anak kambing/domba

2 tahun lebih

2 tahun lebih

2 tahun lebih

  1. Zakat Rikaz

Orang muslim yang memiliki emas dan perak yang disimpan dan telah mencapai nisab, wajib mengeluarkan zakat.

Adapun nisab emas adalah 20 misqal = 94/96 gram, zakatnya 2,5%. Nisab perak adalah 20 dirham atau 672 gram, zakatnya 2,5%. Haul untuk emas dan perak adalah satu tahun telah dimiliki. Emas dan perak yang dipakai untukperhiasan perempuan dan tidak berlebihan, boleh tidak dizakati.

  1. B.     METODE CERAMAH, TANYA JAWAB DAN PEMBERIAN TUGAS
    1. Metode Ceramah

Ceramah dapat diartikan mennyampaikan pesan, isi hati, pikiran, gagasandari seseorang kepada orang lain yang dilakukan secara lisan. Menurut Prof. Kukuh Fachurrohman metode cermah adalah sebuah metode mengajar dengan menyampaikan informasi dan pengetahuan secara lisan kepada sejumlah siswa yang pada umumnya mengikuti secara pasif[6]. Metode caramah adalah tehnik penyampaian pesan pengajaran yang sudah lazim digunakan oleh para guru di sekolah. Ceramah diartikan sebagai cara menyampaikan bahan secara lisan oleh guru dimuka kelas.

Metode ini dianggap metode yang paling murah dan paling mudah dilaksanakan, karena tidak membutuhkan persiapan yang matang. Banyak ahli pendidikan yang menganggap bahwa metode ceramah termasuk metode yang kurang bermutu, karena metode ini mempunyai kecerendungan membrangus peserta didik, cenderung membuat pasif dan tidak kreatif.

Menurut Nana Sudjana (1987:77), hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan metode ceramah, yakni harus menetapkan apakah metode ini wajar digunakan dengan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:

    1. tujuan yang hendak dicapai
    2. bahan yang akan diajarkan termasuk buku sumber yang tersedia.
    3. alat, fasilitas, beserta taraf kemampuannya.
    4. Kemampuan guru dalam penguasaan materi dan kemampuan berbicara
    5. Pemilihan metode mengajar lainnya sebagai metode bantu
    6. Situasi pada saat itu.[7]

Pelasanaan metode ceramah menempuh prosedur sebagai berikut:

  1. guru menjelaskan tujuan dan topik yang akan diajarkan
  2. memberi motivasi dengan berbagai kegiatan.
  3. Memberikan penjelasan singkat tentang materi atau sub maeri pembelajaran dalm garis besar.
  4. Menyelingi pembelajaran dengan berbagai contoh dan tanya jawab.
  5. Untuk memantapkan materi dapat diberi tugas atau keiatan inquiri.
  6. Dilakukan evaluasi dengan prosedur dan tehnik tertentu.[8]

Keunggulan metode ceramah ini adalah:

  1. Penggunaan waktu yang efesien;
  2. Pengorganisasian kelas lebih sederhana;
  3. Dapat memberikan motivasi terhadap siswa dalam belajar;
  4. Fleksibel dalam penggunaan waktu dan bahan.

Kelemahan metode ceramah ini adalah :

  1. Sulit mengukur pemahaman siswa;
  2. Siswa bersifat pasif dan sering keliru dalam menyimpulkan penjelasan guru;
  3. Cenderung membosankan dan perhatian cenderung kurang.
    1. Metode Tanya Jawab.

Menurut Prof. Kukuh Fachurrohaman (2007:62) Metode tanya jawab ialah cra penyajian pelajaran dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab, terutama dari guru pada siswa, tetapi dapat pula dari siswa kepada guru. Metode ini dimaksudkan untuk merangsang berpikir dan membimbing peserta didik dalam mencapai kebenaran. Metode tanya jawab dipakai dalam proses pembelajaran tetap masih menggunakan lisan sebagai alat komunikasinya. Metode ini tidak terlepas dengan metode pembelajaran yang lain, diantaranya metode caramah dan pemberian tugas (resitasi).[9]

Metode ini digunakan untuk mengetahui sebagaimana jauh penguasaan materi pembelajaran yang sudah dibaca dan dikuasai oleh peseta didik. Metode tanya jawab dipakai banyak manfaat dan tujuan yang ingin dicapai dalam proses pembelajaran, antara lain:

    1. melatih keberanian siswa untuk mengungkapkan pendapatnya secara lisan.
    2. Memberi motivasi peserta didik untuk berlatih berpikir.
    3. Melatih keterampilan mengolah jawaban dan pertanyaan atas masalah yang dibahas.
    4. Merangsang peserta didik untuk berpikir kritis dalam menanyakan dan memberikan jawaban atas suhu persoalan.
    5. Mengetahui sejauh mana penguasaan materi yangsudah dimiliki oleh peserta didik dalam proses pengajaran sebelumnya.[10]

Metode tanya jawab layak pakai bila dilakukan:

  1. Sebagai ulangan pelajaran masa lalu;
  2. Sebagai selingan dalam menjelaskan pelajaran;
  3. Untuk merangsang perhatian siswa;
  4. Untuk mengarahkan proses berpikir siswa.

Keunggulan metode tanya jawab ini adalah:

  1. Kelas menjadi hidup;
  2. Siswa terlatih untuk mengemukakan pertanyaan;
  3. Dapat mengaktifkan retensi siswa terhadap pelajaran yang telah lalu.

Kelemahan metode tanya jawab ini adalah:

  1. Menyita waktu pelajaran karena banyaknya pertanyaan yang timbul;
  2. Kemungkinan terjadi penyimpangan perhatian siswa;
  3. Jalannya pengajaran kurang terkoordinir secara baik.

 

    1. Metode Pemberian tugas atau Resitasi

Metode pemberian tugas atau resitasi adalah suatu metode pembelajaran yang digunakan oleh guru dengan jalan memberikan tugas pada siswa untuk belajar dan latihan di rumah tentang materi pelajaran yang telah divas di sekolah yang hasilnya dipertanggung jawabkan atau dilaporkan kembali pada guru di depan kelas. Dalam pelaporan kembali ini, guru minta pertanggung jawaban siswa dengan apa yang telah ditugaskan dengan jalan memberikan soal-soal latihan untuk mengukur sejauhmana dalam pembelajaran siswa dalam belajar atau melakukan kewajiban latihan di rumah.

Metode pemberian tugas atau resitasi dapat disebut juga sebagai metode pemberian tugas atau pekerjaan rumah (Karo-karo, 1979: 89). Metode pemberian tugas dan resitasi mempunyai tujuan yang jelas yaitu agar hasil belajar siswa memuaskan. Untuk itu guru perlu merumuskan tujuan yang jelas yang hendak dicapai  siswa. Sifat dari tujuan tersebut adalah sebagi berikut:

  1. Merangsang agar siswa berusaha lebih baik, inisiatif, bertanggung jawab dan berdiri sendiri.
  2. Membawa kegiatan-kegiatan sekolah yang berharga kepada minat siswa yang masih terluang. Waktu-waktu terluang dari siswa-siswi agar dapat dipergunakan lebih efektif.
  3. Memperkaya pengalaman-pengalaman sekolah dengan memulai kegiatan-kegiatan di luar sekolah
  4. memperkuat hasil belajar di sekolah dengan menyelenggarakan latihan- latihan yang perlu diintegrasi dan penggunaanya (Suwarno, 1987: 58).

Setiap metode pembelajaran mempunyai kelemahan dan kelebihan, seperti juga metode pemberian tugas dan resitasi. Disamping mempunyai kelebihan juga mempunyai kekurangan dan kelemahan.

Kelebihan metode ini adalah sebagai berikut:

  1. Melatih pelajar bertanggung jawab, sebab tugas-tugas harus dipertanggung jawabkan terutama pada guru.
  2. Melatih pelajar berinisiatif, sebab dalam mempelajari suatu sering dituntut suatu inisiatif, agar tujuan yang telah ditentukan terwujud.
  3. Melatih pelajar bekerja dengan tekun, tertib dan mengikuti rencana (termasuk dalam rencana ini adalah garis-garis besar yang harus diikuti, tahap-tahap mengerjakan tugas, jadwal dan sebagainya) ini dituntut karena tujuan yang hendak ingin dicapai dan waktu yang telah ditentukan.
  4. Memberi pelajar kesempatan untuk memperkaya bahan pelajaran yang diberikan guru.
  5. Memberi kesempatan pada para pelajar untuk mempraktekan teori kedalam praktek ini memungkinkan terbinanya sikap dan tindakan ilmiyah dari pelajar.

Kelemahan metode pemberian tugas atau resitasi adalah sebagai berikut:

  1. Pengatahuan yang pelajar peroles dari hasil belajar, hasil eksperimen atau hasil penyelidikan yang banyak berhubungan dengan minat mereka dan lebih dirasakan berguna untuk hidup mereka akan lebih lama diingat.
  2. Pelajar berkesempatan memupuk perkembangan dan keberanian mengambil inisiatif sendiri.

Sedangkan kelemahannya adalah sebagai berikut :

  1. Seringkali siswa melakukan penipuan dimana siwa hanya meniru atau menyalin hasil pekerjaan oang lain, tanpa mengalami peristiwa belajar.
  2. Adakalanya tugas itu dikerjakan oleh orang lain tanpa pengawasan.
  3. apabila tugas terlalu sering diberikan, apalagi bila tugas-tugas itu sukar dilaksanakan oleh siswa, ketenangan mental mereka dapat terpengaruh.
  4. Sukar memberi tugas yan memenuhi perbedaan individual.

Langkah yang harus dilaksanakan atau ditempuh dalam menggunakan metode pemberian tugas dan resitasi sebagai berikut:

  1. Guru memberikan tugas pada pelajar untuk mempelajari atau berlatih di rumah.
  2. Pelajar memberikan atau mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru.
  3. Pelajar mempertanggung jawabkan atau melaporkan hasil usahanya dalam mempelajari atau mengerjakan tugas.
  4. Guru bersama pelajar menilai hasil-hasil yang telah dicapai.
  5. Pelajar atau guru bersama pelajar mengecek tentang kebenaran atau kesalahan tertentu atau mengulangi mempelajari atau mengerjakan tugas. Setelah langkah kelima selesai, maka langkah keempat dilakukan kembali sebagai penelitian akhir (Karo-karo, 1979: 40).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PEMBAHASAN

 

APLIKASI METODE CERAMAH, TANYA JAWAB DAN RESITASI

 DALAM MATERI MENJELASKAN MACAM-MACAM ZAKAT

PADA MAPEL FIQIH SEMESTER I KELAS IV MADRASAH IBTIDAIYAH TAHUN PELAJARAN 2010/2011

 

Dalam proses pembelajaran agar dapat berjalan dengan efekif dan dapat mencapai tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, pastinya guru tidak terlepas dengan yang namanya RPP (perencanaan pelaksanaan pembelajaran), dengan menampilkan Standard kompetensi dasar alokasi waktu, metode, media evaluasi yang tepat. Sehingga membantu guru dalam menyampaikan materi dalam proses pembelajaran sesuai kondisi psikologi, kemampuan berpikir, karakter dan prilaku.

Metode pembelajaran yang dipilih guru terkadang tidak berdasarkan perkembangan kognitif siswa. Pengajar seharusnya perlu mengetahui tingkat perkembangan anak agar tujuan yang ingin bisa dicapai dengan baik dan sesuai harapan. Semakin baik metode yang digunakan, maka akan semakin efektif dan efisien pula tercapainya tujuannya. Dalam penggunaan metode pembelajaran harus memperhatikan beberapa faktor yaitu, guru, siswa, bahan yang akan diajarkan, situasi, sarana, prasarana serta fasilitas-fasilitas lainya yang sangat berpengaruh.[11]

Dengan pertimbangan faktor-faktor diataslah penulis dalam menganalisa materi menjelaskan macam-macam zakat pada mapel Fiqih semester 1 kelas VI menerapkan metode ceramah, tanya jawab dan resitasi. Mengapa penulis memilih metode tersebut ? pertama, dari aspek psikologis; siswa pada usia kelas IV madrasah ibtidaiyah atau sekolah dasar dalam menerima suatu materi masih bersifat konseptual dan pasif, belum bisa menganalisa sendiri tentang materi yang ingin dipelajari dan juga pada seusia tersebut harus menanamkan konsep yang benar pada anak sehingga pada perkembangan anak tidak salah arah dan terjadi kebingungan sehingga penulis memilih metode ceramah agar guru dapat memberikan konsep yang benar akan materi tersebut. Untuk membantu atau melengkapi metode ceramah tersebut kita juga menggunakan metode tanya jawab dan resitasi. Karena dengan dua metode ini akan membantu guru dalam mengukur pemahaman siswa, selain itu dapat melatih siswa untuk mengungkapkan pendapatnya atau yang kurang dipahaminya, selain itu juga merangsang siswa dalam berpikir.

Dalam metode tanya jawab, guru harus sangat kreatif dalam menyajikan bentuk pertanyaan agar siswa tidak jenuh dan juga terangsang minat dalam belajar, yaiu dengan secara lisan dan juga dalam bentuk permainan seperti kuis, puzzle dan lain-lain.

Menurut saya, materi menjelaskan macam-macam zakat adalah materi yang menekankan pada kognitif/pengetahuan siswa. Makanya kami menggunakan metode ceramah, tanya-jawab dan resitas. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  1. Siswa menyiapkan materi yang akan diajarkan oleh guru dan sebelum dilakukan pembelajaran siswa disuruh membaca materi tersebut di rumah.
  2. Sebelum guru menyampaikan materi, guru menjelaskan kepada siswa topik materi yang akan dibahas kemudian memberikan dorongan/motivasi akan pentingnya materi tersebut.
  3. Guru melakukan pretes dengan cara tanya jawab kepada siswa untuk mengetahui seberapa jauh pemahaman siswa pada materi tersebut.
  4. Guru menyampaikan materi tersebut dengan secara lisan (ceramah)
  5. Disela-sela menerangkan materi dengan ceramah guru juga harus menggunakan metode tanya jawab agar terjadi interaktif dalam proses pembelajaran dan juga pembelajaran berlangsung tidak menjenuhkan.
  6. Setelah guru selesai menerangkan materi dengan ceramah, guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang materi yang belum dipahami. Setelah tidak ada pertanyaan lagi dari siswa, guru membagi 3 atau 4 kelompok dalam satu kelas. Disini ada beberapa opsi dalam melakukan tanya jawab, yaitu dengan lisan atau dengan bantuan media yang ada.

-       Dengan lisan: guru menyiapkan pertanyaan-pertanyaan yang akan ditanyakan kepada siswa. Dalam setiap kelompok ada seorang yang menjadi ketua/seorang penunjuk jari ketika bisa/mengerti pertanyaan guru. Didalam  tanya jawab ini menggunakan sistem ”siapa cepat ia dapat”, jadi bagi siswa yang mengerti jawaban dari pertanyaan guru dapat mengacungkan jari keatas, setelah guru memilih kelompok siapa yang paling cepat. Kemudian siswa baru menjawab pertanyaan guru. Dalam menjawab, semua siswa dapat membantu temannya yang menjadi tukang penunjuk jari. Setalah selesai permainan tersebut guru memberikan reward kepada kelompok yang menjadi juara pada permainan tanya jawab tersebut.

-       Dengan Media: dalam hal ini  penulis  mempunyai bayangan menggunakan dua media yaitu kertas dan LCD/komputer. Namun penulis disini akan menjabarkan yang menggunakan media LCD/komputer. Guru menyiapkan materi soal tanya jawab dalam bentuk file microsoft power point. Didalam  tanya jawab ini menggunakan dua sistem yaitu jawab benar dan siapa cepat ia dapat. jadi disini yang sudah dibagi masing-masing kelompok akan menjawab pertanyaan yang muncul dilayar LCD setelah itu guru akan menilai untuk jawaban benarnya, setelah itu digunakan sistem yang kedua yaitu siapa cepat ia dapat, pertanyaan akan muncul dilayar bagi siswa yang mengerti jawaban dari pertanyaan guru dapat mengacungkan jari keatas, setelah guru memilih kelompok siapa yang paling cepat. Kemudian siswa baru menjawab pertanyaan guru. Dalam menjawab, semua siswa dapat membantu temannya yang menjadi tukang penunjuk jari. Setelah selesai permainan selesai guru menjumlahkan hasil yang dicapai masing-masing kelompok dan bagi kelompok yang menjadi juara akan mendapatkan reward dari guru.

  1. Setelah dilakukan pembelajaran dengan metode tanya jawab, agar siswa selalu mengingat akan materi yang sudah diajarkan maka guru memberikan tugas (resitasi) pada akhir pembelajaran. Ini juga dapat bertujuan sebagai instrumen evaluasi dalam pembelajaran.


[1] Nur Khoiri, M.Ag, Metode Pembelajaran PAI, (Jepara: _________ , 2010),  hlm.20

[2] [2] Ismail SM. (2009). Strategi pembelajaran agama islam berbasis paikem: pembelajaran aktif. Inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. (Semarang: RaSAIL media group). Hlm. 19

[3] Drs. Moh. Saifullah Al-Aziz.Fiqih Islam Lengkap, Pedoman hukum ibadah Umat Islam dengan berbagai permaslahnnya,Edisi Revisi(Surabaya: Terbit Terang, 2005), hlm. 269

[4] Anis Tanwir Hadi, Pengantar Fiqih 4 untuk kelas IV Madrasah Ibtidaiyah, (     : Tiga Serangkai, 2008) hlm: 2

[5] Qur’an Word.

[6] Nur Khoiri, M.Ag, Op.cit, hlm.26

[7] Ibid. hlm. 28

[8] Ibid, hlm. 29

[9] Ibid, hlm. 30

[10] Ibid, hlm. 31

[11] Ibid, hlm. 19

No comments yet.

Leave a Reply